PORTOFOLIO BERESIKO OPTIMAL
PORTOFOLIO BERESIKO OPTIMAL
Portofolio yang optimal adalah portofolio yang dipilih investor dari sekian banyak pilihan yang terdapat pada portofolio yang efisien. Tentunya portofolio yang dipilih investor adalah portofolio yang sesuai dengan preferensi investor bersangkutan terhadap return maupun terhadap risiko yang bersedia ditanggungnya.
SKEMA PORTOFOLIO EFISIEN DAN PORTOFOLIO OPTIMAL
Menentukan Portofolio Beresiko Optimal
Pada dasarnya, manajemen portofolio terdiri dari tiga aktivitas utama, yaitu :
1. Pembuatan keputusan alokasi aset
2. Penentuan porsi dana yang akan diinvestasikan pada masing–masing kelas aset
3. Pemilihan aset–aset dari setiap kelas aset yang telah dipilih.
Pembentukan portofolio optimal dapat dilakukan dengan dua metode:
1. Pendekatan Markowitz
2. Pendekatan Single Index Model (Model Indeks Tunggal)
1. Analisis portofolio dengan Pendekatan Markowitz
Model ini dikembangkan oleh Markowitz tahun 1952. Model ini didasarkan pada perhitungan 1) mean (rata-rata) sebagai pengukuran dari tingkat pengembalian, dan 2) variance sebagai pengukuran tingkat risiko.
2. Analisis portofolio dengan Single Index Model
Analisis ini dikembangkan oleh William Sharpe pada tahun 1963, dengan melakukan
penyederhanaan perhitungan model Markowitz dan menyediakan parameter input untuk perhitungan Markowitz.
Pembentukan portofolio dengan menggunakan Single Index Model dapat dilakukan dengan menyeleksi saham-saham yang akan dimasukkan ke dalam portofolio optimal, yaitu dengan membandingkan excess return to beta (ERB) dengan cut off point sebagai batasannya. ERB merupakan rasio antara excess return (selisih antara expected returns dengan return aktiva bebas risiko) dengan beta.
Model ini didasarkan pada pengamatan bahwa harga dari suatu sekuritas berfluktuasi searah dengan indeks harga pasar. Jika indeks harga saham naik, maka harga saham individual kebanyakan cenderung naik pula, dan sebaliknya. Hal ini mengindikasikan bahwa return-return sekuritas ndividual cenderung berkorelasi dengan return pasar.
KARAKTERISTIK UMUM PORTOFOLIO
Dinyatakan dalam rumus :
E(Rp) = iE(Ri)
Keterangan :
E(Rp) adalah tingkat keuntungan yang diharapkan dari portofolio,
Xi adalah proporsi dana yang diinvestasikan pada saham i (i= 1,N),
E(Ri) adalah tingkat keuntungan yang diharapkan dari saham i.
Untuk variance portofolio, rumus umumnya adalah
P2 = i2 2 + iXj ij
Keteranagn :
P2= variance portofolio,
P2= variance saham I (i= 1….., N;
i j), ij = covariance saham I dengan saham j (dalam hal ini ij = ij i j)
Kerangka berpikir untuk menilai kinerja portofolio
Adapun kerangka berpikir untuk menilai kinerja portofolio antara lain adalah :
1. Tingkat Risiko, Didalam mengavaluasi kinerja portofolio harus diperhatikan apakah return yang diperoleh sudah cukup memadai menutup risiko yang ditanggung ( risk adjusted )
2. Periode Waktu. Beberapa portofolio yang sama tingkat return dan risikonya akan dinilai berbeda apabaila waktu yang diperlukan juga berbeda.
3. Benchmark yang Sesuai, yaitu patokan (benchmark) yang digunakan untiuk menilai kinerja portofolio adalah portofolio yang sebanding
Tujuan Invesatasi. Tujuan yang berbeda akan mengakibatkan penilaian terhadap kinerja portofolio menjadi berbeda pula.


Baguss
BalasHapus